This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Obat Tradisional. Show all posts
Showing posts with label Obat Tradisional. Show all posts

Monday, July 2, 2012

Obat panas untuk bayi

Sebagai langkah pertolongan pertama, obat tradisional dapat diandalkan untuk mengatasi demam.

BANYAK orangtua panik bila mendapati suhu tubuh anaknya di atas rata-rata atau sering disebut demam. Sebagai pertolongan pertama, umumnya diberikan obat penurun panas yang berbahan dasar kimia seperti golongan parasetamol, asam salisilat, ibuprofen, dan lain-lain. Jarang sekali orangtua yang langsung teringat memberikan obat-obatan tradisional.

Padahal, obat-obatan tradisional yang berasal dari tanaman obat ini tak kalah ampuhnya sebagai pengusir demam. Malah, obat-obatan tradisional memiliki kelebihan, yaitu toksisitasnya relatif lebih rendah dibanding obat-obatan kimia. Jadi, relatif lebih aman, bahkan tidak ada efek samping bila penggunaannya benar. Soalnya, kandungan tanaman obat bersifat kompleks dan organis sehingga dapat disetarakan dengan makanan, suatu bahan yang dikonsumsi dengan maksud merekonstruksi organ atau sistem yang rusak. Selain itu, harganya pun lebih murah.

Tiga Jenis Demam

Namun, sebelum mengenal lebih jauh tentang tanaman obat penurun panas, perlu dipahami lebih dulu pengertian demam. Demam pada anak dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Demam karena infeksi yang suhunya bisa mencapai lebih dari 38°C. Penyebabnya beragam, yakni infeksi virus (seperti flu, cacar, campak, SARS, flu burung, demam berdarah, dan lain-lain) dan bakteri (tifus, radang tenggorokan, dan lain-lain).

2. Demam noninfeksi, seperti kanker, tumor, atau adanya penyakit autoimun seseorang (rematik, lupus, dan lain-lain).

3. Demam fisiologis, seperti kekurangan cairan (dehidrasi), suhu udara yang terlalu panas, dan lain-lain.

Nah, dari ketiganya, hanya demam yang disebabkan oleh infeksi dan noninfeksi sajalah yang memerlukan obat penurun panas. Untuk mempercepat proses penurunan panasnya, selain ramuan tradisional yang diminum, dapat juga diberikan baluran atau kompres untuk membantu.

Akan halnya demam fisiologis, tak diperlukan obat-obatan penurun panas karena umumnya jarang melebihi 380°C. Untuk menurunkan suhu tubuh, cukup diberikan minum yang banyak dan diusahakan berada dalam ruangan berventilasi baik atau berpendingin.

Aneka Obat Tradisional Penurun Panas

Inilah beberapa pilihan obat penurun panas tradisional yang dapat dicoba. Penting diperhatikan, dosis yang tercantum pada ramuan berikut adalah dosis untuk orang dewasa. Bila ingin diberikan kepada anak, bacalah aturan dosis bagi anak dan sesuaikan dengan tingkatan usianya. (Lihat boks: Dosis Aman untuk Anak.)

1. Lempuyang Emprit (Zingiber amaricans)

Memiliki kandungan senyawa minyak atsiri, yaitu sekuiterpenketon yang bermanfaat untuk menurunkan panas. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya putih kekuningan dan rasanya pahit.

Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi lempuyang emprit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sendok makan (sdm) madu bunga kapuk, aduk rata. Berikan 3 kali sehari.

2. Kunyit (Curcuma longa)

Memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi (anti-peradangan). Selain sebagai penurun panas, campuran ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya oranye.

Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi kunyit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Tambahkan dengan perasan 1/2 buah jeruk nipis. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian campuran madu dan kunyit ini, kemudian berikan 3 kali sehari.

3. Sambiloto (Andrographis paniculata)

Seluruh bagian tanamannya dapat digunakan. Memiliki kandungan andrografolid lactones (zat pahit), diterpene, glucosides dan flavonoid yang dapat menurunkan panas. Bahkan pada tahun 1991 pernah diadakan penelitian di Thailand bahwa 6 g sambiloto per hari sama efektifnya dengan parasetamol.

Caranya: Rebus 10 gram daun sambiloto kering, 25 g umbi kunyit kering (2,5 ibu jari), dan 200 cc air. Rebus hingga mendidih dan airnya tinggal 100 cc, kemudian saring. Setelah hangat, tambahkan 100 cc madu bunga kapuk atau mahoni, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian, berikan 3 kali sehari.

4. Pegagan (Centella asiatica L.)

Tumbuhan yang dikenal pula dengan nama daun kaki kuda ini tumbuh merayap menutupi tanah. Daunnya berwarna hijau dan berbentuk seperti kipas ginjal. Memiliki kandungan triterpenoid, saponin, hydrocotyline, dan vellarine. Bermanfaat untuk menurunkan panas, revitalisasi tubuh dan pembuluh darah serta mampu memperkuat struktur jaringan tubuh. Pegagan juga bersifat menyejukkan atau mendinginkan, menambah tenaga dan menimbulkan selera makan.

Caranya : Rebus 1 genggam pegagan segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.

5. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.)

Penampilan temulawak menyerupai temu putih, hanya warna bunga dan rimpangnya berbeda. Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sedangkan temu putih berwarna putih dengan tepi merah. Rimpang temulawak berwarna jingga kecokelatan, sedangkan rimpang bagian dalam temu putih berwarna kuning muda.

Temulawak memiliki zat aktif germacrene, xanthorrhizol, alpha betha curcumena, dan lain-lain. Manfaatnya sebagai antiinflamasi (antiperandangan), antibiotik, serta meningkatkan produksi dan sekresi empedu. Temulawak sejak dahulu banyak digunakan sebagai obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, mag, perut kembung dan pegal-pegal.

Caranya : Cuci bersih 10 gram rimpang temulawak. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 campuran madu dan temulawak, kemudian berikan 3 kali sehari.

6. Bawang merah (Allium cepa L.)

Bawang merah sering digunakan sebagai bumbu dapur. Memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin.

Caranya: Kupas 5 butir bawang merah. Parut kasar dan tambahkan dengan minyak kelapa secukupnya, lalu balurkan ke ubun-ubun dan seluruh tubuh.

7. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis)

Selain daun kembang sepatu, Anda juga dapat memanfaatkan daun kapuk atau daun sirih. Kembang sepatu mengandung flavonoida, saponin dan polifenol. Daun kapuk mengandung flavonoida, saponin dan tanin. Daun sirih mengandung flavonoida, saponin, polifenol, dan minyak atsiri.

Caranya: Cuci bersih daunnya, keringkan dengan lap bersih, panaskan sebentar di atas api agar lemas. Remas-remas sehingga lemas, olesi dengan minyak kelapa, kompreskan pada perut dan kepala.

8. Meniran (Phyllanthus niruri L.)

Tinggi tanamannya mencapai 1 meter, tumbuh liar, daunnya berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap. Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan. Memiliki kandungan lignan, flavonoid, alkaloid, triterpenoid, tanin, vitamin C, dan lain-lain. Bermanfaat untuk menurunkan panas dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Caranya: Rebus 1 genggam meniran segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.

9. Air kelapa muda

Air kelapa muda banyak mengandung mineral, antara lain kalium. Pada saat panas, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Nah, untuk menggantikan keringat yang keluar, perbanyaklah minum air kelapa.

Dosis Aman untuk Anak

Penggunaan tanaman obat dengan dosis yang tepat tidak akan menimbulkan efek samping dan aman. Berikut dosis yang direkomendasikan untuk anak:

Usia Dosis

Bayi 1/8 dosis dewasa

2­-5 tahun 1/4 dosis dewasa

6­-9 tahun 1/3 dosis dewasa

10-13 tahun 1/2 dosis dewasa

14-16 tahun 3/4 dosis dewasa

Penulis: Utami Sri Rahayu

Konsultan Ahli: dr Adji Suranto, SpA dari Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur (PDPKT DKI Jaya).

Baca Juga :
  1. Obat panas dalam
  2. Obat panu
  3. Obat bau mulut

Monday, May 21, 2012

3 Obat Kuat Tradisional Untuk Pria

Obat kuat tradisional atau obat kuat pria sekarang banyak kita temui, obat kuat tradisional untuk pria juga semakin yang menjualnya. Untuk para pria jantan yang mengalami ejakulasi dini, sekarang tidak perlu kawatir lagi. Karena sekarang sudah banyak sekali yang menjual obat kuat pria dan obat kuat tradisional yang dijual murah. Ejakulasi dini disebabkan tidak normalnya fungsi pembuluh darah dan syaraf, dan juga beberapa dapat disebabkan faktor psikologis atau trauma. Jika disebabkan oleh faktor psikologis atau trauma, maka obat kuat herbal tidak akan begitu berpengaruh. Bagi yang tidak mempunyai uang untuk membeli obat kuat pria, tidak perlu bingung. Kita bisa juga membuat sendiri obat kuat pria dari bahan-bahan tradisional yang khasiatnya mungkin tidak kalah dengan obat kuat pria yang dijual.

Obat Kuat Pria

obat kuat pria

Obat kuat tradisional - berikut ini resep obat kuat pria yang terdiri dari bahan-bahan tradisional. Silahkan dipakai salah satu.
  1. Obat khusus kalau akan melakukan :
    dibuat bubuk masing-masing 15 gram : Jintan Hitam + adas + pulosari + lada hitam + biji pronojiwo. Semua dicampurkan dalam anggue sebotol besar. Minum 1 sloki dicampur dengan 1 butir telur. Minum 1 jam sebelum berhubungan.
  2. Akar lalang 1 genggam , direbus dengan air 2 gelas hingga mendidih. Cabe dan lempuyang ditumbuk halus, diseduh dalam gelas dengan air rebusan lalang tadi, minum 1 x seminggu secukupnya.
  3. Banyak-banyak makan daun slada dan daging kambing, karena ini juga bisa membantu memulihkan syahwat.
Selain ke 3 obat diatas, kami juga menemukan sumber obat kuat secara herbal untuk pria :
  • 1 Telur ayam kampung
  • 1 sendok makan kecap manis
  • 1 ons jahe / setengah gelas air jahe alami
  • 7 Butir Merica
  • 1 buah jeruk limau.
  • 3 Kuncup laos
  • 1 sendok makan madu asli

Pengolahan:
Jahe di parut kemudian diperas agar mendapat airnya (atau jika memang sudah tersedia air jahe alami abaikan proses tadi). Telur dikocok sampai rata, kemudian jeruk limau dipotong kemudian diperas dan diambil airnya. Merica ditumbuk sampai halus kemudian dicampur dengan kecap dan madu. Lalu campurkan semua bahan tadi dan kocok. Minum sebelum memulai hubungan suami istri

Hati-hati : bagi yang lemah syahwat, jangan memakai obat luar atau obat gosok macam apapun, karena hanya akan menambah lemah alat vital kita. Pakailah vitamin E dan A.
Sumber : http://blogbintang.com/obat-kuat-herbal-alami-untuk-pria

Obat kuat pria diatas semoga bisa membantu anda yang mengalami ejakulasi dini. Namun saya tidak menjamin/janji, soalnya saya sendiri juga kurang tau. Bagi yang ingin mengatasi ejakulasi dini dan memuaskan sang istri, tidak ada salahnya mencoba obat kuat pria dari bahan tradisional diatas. Semoga sedikit info tentang obat kuat pria dari bahan tradisional ini bisa bermanfaat bagi anda.

Saturday, March 10, 2012

Tips kesehatan makanan yang mengandung zat besi

Jenis - jenis sayuran
Zat besi merupakan salah satu zat atau nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Sumber dari zat besi ini ada di makanan yang kita makan sehari - hari, namun tidak semua makanan mengandung zat besi. Tips kesehatan kali ini akan membahas jenis - jenis makanan yang mengandung zat besi tersebut. 

Sebelum nya apa sih manfaat dari zat besi itu pada tubuh ? Biasanya kaum hawa sering tidak tercukupi kebutuhan akan zat besi nya. Zat besi sangat berguna untuk darah, tulang dan bagian tubuh lainnya. Kekurangan zat besi akan membuat tubuh gampang lemas, anemia dan bahkan penelitian menunjukkan kekurangan zat besi bisa menimbulkan kerapuhan pada tulang dll. 

Berikut ini adalah jenis - jenis makanan yang mengandung zat besi : 
  1. yoghurt non lemak atau susu skim – minimal anda akan mendapatkan sepertiga kandungan kalsium per hari dalam satu cangkir. Kalsium akan membangun dan mempertahankan kesehatan tulang.
  2. buah jeruk – membantu memerangi penyakit akibat kekurangan vitamin C, karena buah jeruk mengandung asam folat
  3. ikan salmon – merupakan sumber utama protein dan asam lemak omega 3 
  4. beras merah – sumber serat, vitamin E, asam folat, dan zat besi
  5. kacang-kacangan – sumber serat dan protein rendah lemak
  6. Sayuran berwarna hijau tua, merah, kuning, dan oranye, seperti bayam, wortel, ketela, dan paprika
  7. Oatmeal – merupakan sumber zat besi dan serat

Thursday, February 23, 2012

Obat tradisional penyakit diare

PENYEBAB DIARE 
Penyebab diare kebanyakan adalah karena makanan, makanan yang sudah basi atau sudah kadaluarsa dapat menyebabkan diare, dikarenakan makanan tersebut mengandung bakteri yang menimbulkan diare. Penyebab lain dari diare adalah terlalu banyak mengkonsumsi makanan pedas, sehingga perut lebih mudah diare.

OBAT TRADISIONAL DIARE
Resep obat tradisional diare yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:
Bahan:
  • Kunyit sebesar telur ayam.................. 1 biji (kering -+ 11 gr)
  • Daun jambu biji (ambil no 4 dr atas)... 10 lembar
  • Lampuyang emprit............................. 1 jari tangan (kering -+ 9 gr)
Cara meramu:
  • Cuci semua bahan, iris tipis kunyit dan lampuyang.Rebus dengan air 4 gelas hingga tersisa 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan pemakaian:
Minum ramuan obat tradisional diare dengan takaran berikut ini :
  • Anak umur 1-3 tahun, minum 4 x sehari @ 1sendok makan.
  • Anak umur 4-5 tahun, 4 x sehari @ 1 1 1/2 sendok makan.
  • Anak umur 6-8 tahun, 4 x sehari @ 5 sendok makan.
  • Anak umur 9-12 tahun, 4 x sehari @ 1/4 gelas
  • Dewasa, 4 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
Semoga bermanfaat, jika diare berlanjut, mohon hubungi dokter.